Kamis, 07 Desember 2017

[Cerbung] Rahasia Enam Hati #28








Sebelumnya



* * *


Dua Puluh Delapan


Prisca sejenak memejamkan mata ketika Erlanda muncul dan mengecup puncak kepalanya dengan lembut sebelum duduk menghadap ke meja makan. Sebuah kebiasaan yang nyaris tak pernah putus dilakukan Erlanda setiap pagi sejak hari pertama setelah mereka menikah. Sebersit aroma khas Erlanda samar mengelus hidungnya. Parfum woody yang bercampur dengan jejak aroma sabun mandi dan aftershave. Aroma yang amat sangat disukai Prisca. Laki-laki itu duduk di sebelahnya.

Senin, 04 Desember 2017

[Cerbung] Rahasia Enam Hati #27








Sebelumnya



* * *


Dua Puluh Tujuh


Sejak melangkah bersisian meninggalkan area parkir, Erlanda sudah menggenggam telapak tangan kanan Prisca. Sebuah genggaman yang terasa dingin, lembap, dan sedikit bergetar bagi Prisca. Membuat perempuan itu meremasnya dengan lembut. Erlanda menoleh sekilas.

Kamis, 30 November 2017

[Cerbung] Rahasia Enam Hati #26








Sebelumnya



* * *


Dua Puluh Enam


Seharusnya, se-ha-rus-nya, Prisca merasa lega karena pada akhirnya Erlanda mengatakan ‘ya’ untuk sebuah pertemuan dengan Lauren. Hanya saja dengan syarat, Prisca tetap bersamanya saat berjumpa dengan Lauren. Sekali lagi, seharusnya Prisca merasa lega.

Senin, 27 November 2017

[Cerbung] Rahasia Enam Hati #25








Sebelumnya


* * *


Dua Puluh Lima


“Kenapa nggak mulai berpikir untuk membentuk hubungan baru dengan Danny, Si?”

Seketika Sisi mengurungkan niatnya meneguk sisa air koktail buah dalam gelas di tangannya. Ditatapnya Lauren dengan kening berkerut.

Kamis, 23 November 2017

[Cerbung] Rahasia Enam Hati #24








Sebelumnya



* * *



Dua Puluh Empat


Sisi yakin, bundanya tidak tahu soal pertemuan ayahnya dengan mama Sander siang tadi. Tapi ia yakin, walaupun tidak tahu detailnya, bahwa pembicaraan ayahnya dengan mama Sander menyerempet masa lalu bundanya dengan papa Sander. Walaupun begitu, ia benar-benar tidak tahu bagaimana nanti hubungannya dengan Sander akan berjalan. Apakah harus bubar selamanya bahkan sebelum berkembang, ataukah masih ada harapan.

Senin, 20 November 2017

[Cerbung] Rahasia Enam Hati #23










* * *


Dua Puluh Tiga


Satu-satunya cara untuk menyembuhkan diri adalah larut dalam pekerjaan. Sander mengangguk dengan antusias ketika atasannya bertanya apakah ia bisa tetap ikut tim berangkat ke kantor pusat di Amerika Serikat untuk mengikuti pelatihan berkala yang sudah dijadwalkan sejak awal tahun.

Jumat, 17 November 2017

[Cerbung] Rahasia Enam Hati #22










* * *


Dua Puluh Dua


Prisca tertegun ketika telinganya menangkap desahan lembut dari seberang sana. Pelan-pelan, ia menghenyakkan punggung ke sandaran sofa di sudut lobi penginapan yang sudah sepi karena malam sudah berjalan kian dekat menuju puncaknya.

Benarkah?

Senin, 13 November 2017

[Cerbung] Rahasia Enam Hati #21








Sebelumnya



* * *


Dua Puluh Satu


Sander menunggu hingga mobil Himawan menghilang dari pandangan sebelum memesan taksi online. Ditolaknya dengan halus tawaran Himawan untuk mengantarnya pulang ke apartemen. Di samping ada rasa segan, tampaknya juga agak kurang beretika bila ia menerima tawaran itu dengan senang hati. Selain itu, ia tahu letak apartemennya berlawanan arah dengan ke mana Himawan hendak pulang.

Kamis, 09 November 2017

[Cerbung] Rahasia Enam Hati #20








Sebelumnya



* * *


Dua Puluh


“Hal seperti ini yang aku khawatirkan akan terjadi pada Sisi, Yah...”

Seketika Sisi menghentikan langkahnya. Ia membatalkan maksudnya untuk masuk ke ruang baca. Ditajamkannya telinga, demi mendengar sang bunda menyebut namanya. Ia berdiri diam di balik dinding yang membatasi ruang tengah dengan selasar samping, tempat kedua orang tuanya mengobrol. Pintu kaca di dekatnya terbuka lebar.

Senin, 06 November 2017

[Cerbung] Rahasia Enam Hati #19






Sebelumnya



* * *

Sembilan Belas


Sisi terjaga ketika ponselnya berbunyi tanpa jeda. Sambil menggerutu, ia meraih benda itu dan menempelkannya di telinga.

“Halo...”

“Oi! Si! Masih hidup lu?”

Kamis, 02 November 2017

[Cerbung] Rahasia Enam Hati #18








Sebelumnya



* * *

Delapan Belas


Selama tiga minggu melanglang Eropa, hampir tak ada waktu bagi Sisi untuk memikirkan dirinya sendiri. Hari-harinya dipenuhi ritme kegiatan yang sangat tinggi. Bersiap pentas, berlatih bila ada kesempatan, memeriksa ulang tumpukan kostum, menyesuaikan diri dengan tempat baru, berpindah negara, dan masih banyak lagi. Hanya sesekali ia bisa membalas sapaan Sander melalui pesan WhatsApp.

Senin, 30 Oktober 2017

[Cerbung] Rahasia Enam Hati #17







Sebelumnya



* * *



Tujuh Belas


Setelah berbasa-basi tentang kabar, cuaca, suhu udara, dan berbagai topik tak penting lainnya, barulah Sander menyatakan maksud kedatangannya. Ingin mengajak Sisi untuk mendampinginya menghadiri pemberkatan dan resepsi pernikahan Victor-Mila pada hari Minggu yang akan datang. Tapi jawaban Sisi membuat Sander terpaksa harus menelan kekecewaan.

Kamis, 26 Oktober 2017

[Cerbung] Rahasia Enam Hati #16










* * *


Enam Belas


Seandainya memiliki Ajian Bayangan Ganda, ingin rasanya Sander menggunakannya saat ini juga. Agar ia bisa meninggalkan bayangannya saja di ruangan ini, sementara raganya bebas mengembara ke setiap tempat yang diinginkan.

Senin, 23 Oktober 2017

[Cerbung] Rahasia Enam Hati #15










* * *


Lima Belas


“Jangan lupa, latihan dan briefing terakhir Rabu depan jam enam sore, ya!” Wulan, pemimpin Sanggar Tari Pancarwengi, memungkasi arahannya, tepat pukul enam Minggu sore itu.

Kamis, 19 Oktober 2017

[Cerbung] Rahasia Enam Hati #14







Sebelumnya



* * *



Empat Belas


Sesungguhnya Himawan tidak begitu suka bila acara berduanya dengan sang putri kesayangan terganggu. Tapi ia berusaha memaklumi maksud baik anak muda bernama Alfons ini. Menyapa orang yang lebih tua. Terlebih Alfons adalah salah satu bawahannya di tempat kerja.