Senin, 21 Agustus 2017

[Cerbung] Infinity #17



Tujuh Belas


Luken menatap pantulan dirinya di cermin. Menegakkan badan. Berusaha menjadi Luken seperti biasanya. Luken yang optimis, tegar, ceria, dan bersemangat. Seandainya memang jawabannya tidak, ia ingin memastikan bahwa Olivia akan berada di tangan yang tepat.

Kamis, 17 Agustus 2017

[Cerbung] Infinity #16










* * *


Enam Belas


Jumat pagi, Olivia berdandan cantik lagi. Ia mengenakan salah satu gaun batik yang dibelikan Arlena beberapa waktu lalu. Dipilihnya yang bermotif parang berwarna putih-coklat. Terlihat klasik dan elegan. Sesuai betul dengan gayanya. Dilengkapinya penampilan itu dengan seuntai kalung etnik terbuat dari batok kelapa. Sengaja ia memilih wedges dari bahan karung goni dengan aksen tali rami yang terlihat sederhana tapi sangat cantik. Satu setel dengan hobo bag yang terbuat dari bahan sama dengan sepatunya. Rambutnya dikepang rapi, dan wajahnya terias lengkap dalam nuansa natural. Pagi ini ia mengganti giwang yang biasa dipakainya dengan giwang panjang berbentuk bunga rumput yang dibelikan Prima. Tak lupa ia menyelipkan sebuah bungkusan ke dalam tas laptop.

Senin, 14 Agustus 2017

[Cerbung] Infinity #15



Lima Belas


Sekilas Olivia menatap jam dinding di seberang mejanya. Masih pukul tujuh kurang delapan menit. Lantai atas masih sepi. Sandra belum datang. Apalagi Luken. Ia memang agak ngebut tadi. Dengan cekatan ia menata semua peralatan kerjanya di atas meja, kemudian duduk, menyalakan laptop, dan asyik dengan ponselnya.

Kamis, 10 Agustus 2017

[Cerbung] Infinity #14



Empat Belas


Senin pagi buta, Olivia sudah sibuk di dapur untuk membuat sarapan. Carmela membantunya mengocok dan mendadar telur. Maxi muncul saat Olivia asyik mengaduk nasi goreng di atas penggorengan. Pemuda itu membuat tiga cangkir kopi, semug teh hijau hangat, dan segelas susu coklat. Setelah semuanya selesai, Olivia dan Carmela segera naik untuk mandi, sementara Maxi menata meja makan.

Senin, 07 Agustus 2017

[Cerbung] Infinity #13










* * *


Tiga Belas


Allen sempat ternganga ketika Olivia muncul menemuinya menjelang siang pada Sabtu keesokan harinya. Gadis yang biasanya berbusana cukup tertutup itu kini tampil begitu centil dengan gaun selutut one shoulder beraksen ruffles berwarna biru langit dengan bagian bawah melebar. Sekilas gaun itu tampak polos tanpa motif. Tapi bila diamati lebih lanjut, akan terlihat bahwa bahan gaun itu di-emboss motif ratusan kupu-kupu mungil. Tampak sangat manis.

Kamis, 03 Agustus 2017

[Cerbung] Infinity #12


Dua Belas


Keesokan harinya, pagi buta, Olivia membantu Arlena menyiapkan sarapan. Sebetulnya, tujuan utamanya bukan itu. Ada maksud lain. Hanya saja ia dilanda keraguan besar untuk menyampaikannya pada Arlena. Tapi waktu terus bergulir. Maka ia memberanikan diri untuk bicara, sambil menyiapkan peralatan makan dan piring saji.

Senin, 31 Juli 2017

[Cerbung] Infinity #11



Sebelas


Olivia menyimpan dua nama itu dalam lipatan-lipatan pekerjaannya. Allen dan Luken. Berusaha untuk tidak memikirkan hal lain kecuali pekerjaan. Mata dan hatinya jelas-jelas melihat bahwa Luken agak menarik diri setelah ‘membuatnya’ kelelahan. Ia tidak bisa berbuat apa-apa walaupun ingin sekali meyakinkan bahwa laki-laki itu tidak bersalah. Dilihat dari sudut mana pun, hubungannya dengan Luken adalah profesional belaka.

Kamis, 27 Juli 2017

[Cerbung] Infinity #10










* * *


Sepuluh


Walaupun ditutupi rias wajah yang lebih meriah daripada biasanya, Olivia tidak bisa lagi menyembunyikan keletihannya. Gerak-geriknya lesu. Matanya tidak lagi bercahaya. Sandra menatapnya dengan prihatin.

“Mbak, mintalah izin untuk istirahat di rumah barang satu atau dua hari,” ucap Sandra halus.

Senin, 24 Juli 2017

[Cerbung] Infinity #9


Sembilan


Senin pagi itu, suasana kantor berangsur normal. Luken mengawali hari kerja dengan meeting bersama. Mengucapkan selamat datang kembali pada para staf. Sekaligus mengumumkan bahwa jam kerja hari ini akan berakhir pukul dua siang, dan besok akan berjalan seperti biasa lagi. Caesar sebagai perwakilan para staf pun mengucapkan terima kasih atas perhatian Luken.

Kamis, 20 Juli 2017

[Cerbung] Infinity #8



Delapan


Dengan wajah ragu-ragu, Luken menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah mungil yang kental dengan suasana hijau dan sejuk karena aneka tanaman pada hari Minggu menjelang siang itu. Ia sempat diam sejenak, berpikir lagi, sebelum akhirnya memutuskan untuk keluar sambil menenteng sebuah tas kertas, mengunci pintu mobil, dan menghampiri pagar. Seperti biasa, pagar itu tidak terkunci. Pintu depan terbuka lebar, begitu juga sebuah MPV yang parkir di carport, tanda pemiliknya tidak pergi. Dalam beberapa langkah, ia sudah berada di ambang pintu. Dengan sopan diketuknya pintu tiga kali.

Senin, 17 Juli 2017

[Cerbung] Infinity #7


Tujuh


Sabtu pagi itu, seusai sarapan, Arlena sibuk mendandani gadis sulungnya. Ia memegang sebuah cermin yang diarahkan ke bagian belakang kepala Olivia.

“Gimana?” tanyanya.

Kamis, 13 Juli 2017

[Cerbung] Infinity #6



Enam


Pagi itu Olivia terjaga dengan perasaan bergairah. Hari Jumat sudah tiba. Sore nanti, ia ada janji untuk bertemu lagi dengan Allen. Entah kebetulan atau tidak, sepanjang minggu ini sepulangnya Luken dari Eropa, kantor mereka dilanda kesibukan yang cukup luar biasa. Banyak kontrak yang harus disiapkan, terutama yang berhubungan dengan beberapa pemasok baru. Tapi kesibukan itu sangat disyukuri Olivia karena bisa membuat perhatiannya teralih dan hari-hari serasa lebih cepat berlalu.

Senin, 10 Juli 2017

[Cerbung] Infinity #5



Lima


Suasana kantor benar-benar meriah pagi itu. Luken dan Sandra sudah kembali. Para staf mendapat oleh-oleh sederhana berupa gantungan kunci dan magnet kulkas. Walaupun terlihat remeh, tapi mereka menerimanya dengan gembira. Sandra memeluk erat Olivia yang sudah lebih dari dua minggu tak ditemuinya.

Kamis, 06 Juli 2017

[Cerbung] Infinity #4




Empat


Bunyi alarm ponsel membuat Olivia nyaris melompat dari atas ranjangnya. Sambil mengerjapkan mata ia meraih ponsel untuk melihat jam berapa sekarang. Tepat pukul enam pagi. Ia buru-buru menelepon Minarti.