Minggu, 27 Mei 2018

[Cerbung] Perawan Sunti dari Bawono Kinayung #7-3








Sebelumnya



* * *


Mereka datang terlambat. Alex sudah tidak berada di rumah ketika rombongan Seta sampai di Gondang. Pada awalnya Seta dan Mahesa tak mau menjelaskan alasan mereka datang mencari Alex, tapi kedua orang tua Alex mendesak. Wajah ibu Alex berubah pias setelah Seta dan Mahesa bergantian menyelesaikan penuturan mereka, sedangkan wajah ayah Alex jadi merah padam menahan marah.

Sabtu, 26 Mei 2018

[Cerbung] Perawan Sunti dari Bawono Kinayung #7-2








Sebelumnya



* * *


Tangis Wilujeng tumpah di atas sebuah makam kecil di belakang pondok pasangan Sentono dan Winah. Diam-diam Kresna mengusap air matanya sambil ikut bersimpuh di sebelah Wilujeng. Makam kecil itu tak bernama, tapi masih terawat dengan sangat baik. Sementara itu Pinasti berdiri agak di belakang bersama Suket Teki. Sedangkan Paitun menunggu di pondok Sentono dan Winah.
  

Jumat, 25 Mei 2018

[Cerbung] Perawan Sunti dari Bawono Kinayung #7-1










* * *


Tujuh
Dinding Runtuh


Seta menghentikan motornya di bawah sebuah pohon yang rimbun, di dekat sebuah rumah besar berlantai dua. Sejenak ia mengatur napas dan menyurutkan kemarahan. Hal yang akan diurusnya kali ini adalah hal yang sangat besar. Selain itu, ia sekalian menunggu kedatangan Yopie dan Aksan. Beberapa saat setelah ia tadi meninggalkan rumah, ia sempat menghubungi Yopie. Kebetulan Aksan sedang ada di rumah Yopie. Setelah mendengar penuturannya, tanpa berpanjang kata lagi, Yopie dan Aksan pun langsung berangkat ke tempat itu.

Kamis, 24 Mei 2018

[Cerbung] Perawan Sunti dari Bawono Kinayung #6-4










* * *


Mahesa duduk diam menghadap sebuah meja bundar berbahan besi tempa bercat putih di halaman belakang rumah. Membiarkan cahaya matahari menghangatkan seluruh tubuh dan hatinya. Seperangkat meja dan kursi itu adalah saksi kebahagiaan mereka berempat bertahun-tahun lalu.

Rabu, 23 Mei 2018

[Cerbung] Perawan Sunti dari Bawono Kinayung #6-3











* * *


Wilujeng menatap air danau dengan pandangan kosong. Apa yang tadi didengarnya dari Paitun benar-benar mengguncangkan dunianya.

Tiga belas tahun, Gusti... Tiga belas tahun...

Selasa, 22 Mei 2018

[Cerbung] Perawan Sunti dari Bawono Kinayung #6-2








Sebelumnya



* * *


Sedikit demi sedikit, ia mulai memahami apa yang sedang mengguncang hatinya beberapa hari belakangan ini. Sejak ia melihat sosok Kresna untuk pertama kalinya.

Perasaan ini...

Senin, 21 Mei 2018

[Cerbung] Perawan Sunti dari Bawono Kinayung #6-1








Sebelumnya



* * *


Enam
Perawan Sunti
dari Bawono Kinayung
                                                                                

Kresna merasa badannya segar sekali seusai mandi pagi ini. Ketika ia masuk melalui dapur, hanya dijumpainya Paitun di sana. Sedang menyiangi dedaunan untuk dimasak nanti.

“Ni?” sapanya halus. “Sendirian?”

Minggu, 20 Mei 2018

[Cerbung] Perawan Sunti dari Bawono Kinayung #5-2









Sebelumnya



* * *


Tiba-tiba saja Samadi terjaga karena rasa haus menyerang kerongkongannya. Ia melirik ke kiri. Tina masih terlelap dengan wajah damai. Pelan-pelan, ia beringsut turun dari ranjang dan keluar dari kamar.

Sabtu, 19 Mei 2018

[Cerbung] Perawan Sunti dari Bawono Kinayung #5-1











* * *


Lima
Mimpi-Mimpi


“Liburan yang sangat menyenangkan!”

Mahesa tersenyum lebar mendengar suara dari arah belakangnya itu. Tanpa menoleh pun, ia bisa melihat dengan mata hatinya, bahwa wajah Wilujeng pastilah penuh dengan seri seperti biasanya. Bahkan mungkin lebih. Tapi ia memilih untuk tak menjawab. Konsentrasinya harus disetel maksimum agar mereka bisa melewati kelokan-kelokan tajam di sepanjang punggung Pegunungan Pedut.

Jumat, 18 Mei 2018

[Cerbung] Perawan Sunti dari Bawono Kinayung #4-2








Sebelumnya



* * *


Tempat teduh itu Bawono Kinayung namanya. Berada di perut Gunung Nawonggo. Terhubung dengan dunia-dunia lain di beberapa perut gunung tak berapi melalui lorong-lorong rumit maupun sungai bawah tanah. Setiap dunia memiliki namanya sendiri. Penghuni awalnya adalah manusia-manusia abadi yang diciptakan Gusti untuk melindungi manusia di ‘atas’, yang karena suatu sebab terjatuh ke dalam jurang-jurang di gunung-gunung itu.

Kamis, 17 Mei 2018

[Cerbung] Perawan Sunti dari Bawono Kinayung #4-1








Sebelumnya



* * *


Empat
Bawono Kinayung


Pinasti melongok ke luar jendela. Dalam kegelapan yang masih remang, dilihatnya Paitun, Wilujeng, dan Kresna duduk di bangku. Suasana begitu hening. Hanya ada nyanyian serangga yang bersahutan membentuk simfoni. Seketika ia paham. Pembicaraan dalam sunyi itu dilakukan secara tertutup karena ia tak perlu mendengar apa-apa.

Selasa, 15 Mei 2018

[Cerbung] Perawan Sunti dari Bawono Kinayung #3-2










* * *


Wilujeng duduk termenung di atas balai-balai di sudut dapur. Tatapan kosongnya jauh menembus jajaran tungku di seberangnya. Paitun yang baru saja masuk dari kebun belakang dengan membawa nyiru berisi aneka dedaunan kemudian menghampirinya. Ia duduk di sebelah Wilujeng. Nyirunya ia letakkan di atas meja.

Senin, 14 Mei 2018

[Cerbung] Perawan Sunti dari Bawono Kinayung #3-1











* * *


Tiga
Sepotong Dunia Teduh


Sejak Kresna membuka mata di tempat ini, tak pernah sekali pun pandangannya berhasil menangkap berkas sinar matahari. Sekelilingnya terkadang terang tapi redup. Terkadang juga gelap walaupun tak terlalu pekat. Ia hanya perlu membiasakan diri dengan siklus itu, yang rasa-rasanya nyaris serupa dengan siklus harian di luar sana.

Minggu, 13 Mei 2018

[Cerbung] Perawan Sunti dari Bawono Kinayung #2-3







Sebelumnya



* * *


Lilin kehidupannya seolah padam. Mahesa tak tahu apakah ia masih sanggup menjalani kehidupannya lebih lanjut. Tim penyelamat sudah mengambil kesimpulan, Kresna hilang di dasar jurang. Tubuhnya tak bisa diketemukan. Pencarian tak bisa dilanjutkan karena kondisi di dasar jurang sangat berbahaya. Ada kawanan ajak. Berbahaya betul atau tidak, kawanan itu tetaplah hewan liar yang patut diwaspadai.

Sabtu, 12 Mei 2018

[Cerbung] Perawan Sunti dari Bawono Kinayung #2-2







* * *


Matanya mengerjap ketika ada remang terang yang terasa mulai menembus kelopak yang terkatup. Rasa nyeri itu kembali. Tak sedahsyat yang ia rasakan sebelumnya. Tapi tetap saja mengganggu kenyamanannya. Tanpa bisa menahan, ia mengerang.

Jumat, 11 Mei 2018

[Cerbung] Perawan Sunti dari Bawono Kinayung #2-1











* * * 


Dua
Sunyi di Bilik Rasa


Perasaan Seta seolah menggeliat tak tentu arah ketika tatapannya bertemu dengan tatapan Mahesa. Ada rasa sakit dan kemarahan luar biasa meluap keluar dari sorot mata ayahnya itu. Rasa sakit dan kemarahan yang auranya mengudara dalam senyap. Seta mengalihkan fokus pandangannya. Kali ini ke arah lantai.

Kamis, 10 Mei 2018

[Cerbung] Perawan Sunti dari Bawono Kinayung #1-4







Sebelumnya



* * *


Tiba-tiba saja Wilujeng tersentak bangun. Hal pertama yang dilakukannya adalah mengamati dan memeriksa Kresna yang masih terbaring diam di atas tilam. Mata pemuda itu masih juga terpejam rapat. Dengan halus dibelainya wajah itu. Dihelanya napas panjang.

Sudah tiga belas tahun berlalu…

Rabu, 09 Mei 2018

[Cerbung] Perawan Sunti dari Bawono Kinayung #1-3











* * *


Kresna merasa seperti tergulung sebuah lorong gelap yang sangat panjang dan dalam. Ada rasa sakit di sana-sini pada bagian tubuhnya. Bayang-bayang peristiwa yang dialaminya beberapa detik lalu seolah menghantui dan mengejarnya dari belakang. Susah payah ia berusaha berlari, tapi bayang-bayang itu tetap mengikuti.
  

Selasa, 08 Mei 2018

[Cerbung] Perawan Sunti dari Bawono Kinayung #1-2








Sebelumnya



* * *


“Kita turun!” putus Yopie dengan napas terengah, begitu ia sampai lagi di atas, di bibir jurang.

“Tapi, Yop...,” Seta membelalakkan matanya.

“Nggak ada tapi,” Yopie berucap tegas. “Kita turun sekarang! Se-ka-rang!”

Senin, 07 Mei 2018

[Cerbung] Perawan Sunti dari Bawono Kinayung #1-1








Sebelumnya



* * * 


Satu
Meretas Sejumput Rindu


Suara berdebum itu seolah meledak di telinga Wilujeng. Seketika ia terjaga. Untuk mengusir rasa pening, ia mengerjapkan mata beberapa kali. Sambil mengatur napas, matanya kemudian terpejam. Mengumpulkan bersit-bersit naluri yang ia miliki. Pada suatu detik, ia kembali membuka mata. Sedikit terbelalak dengan apa yang baru saja melintas di kepalanya.