Kamis, 22 Juni 2017

[Cerbung] Infinity – Prolog









Prolog


Laki-laki itu sengaja menunda kepulangannya sore ini. Hingga menjelang pukul setengah enam ia tetap bertahan duduk di dalam ruang kerjanya. Berusaha tetap sibuk menekuni layar laptop walaupun pikirannya melayang ke mana-mana karena sebuah foto. Ia sempat melirik arloji, dan perhatiannya segera beralih ketika terdengar ketukan lembut dari balik pintu.

Kamis, 15 Juni 2017

[Cerbung] Caramel Flan for Ronan #16 (Tamat)

Enam Belas


Senja sudah gelap sempurna menaungi taman kecil itu. Sasya seolah dilanda deja vu. Terperangkap sejenak dalam situasi yang sama seperti hari Sabtu sore minggu lalu. Bedanya, saat itu Sasya tidak tahu apa yang akan ia hadapi, sedangkan hari ini kartu truf ada di tangannya.

Senin, 12 Juni 2017

[Cerbung] Caramel Flan for Ronan #15

Lima Belas


Ketika anak-anak sudah duduk manis di ruang makan untuk menikmati makan siang, Ronan menyingkir ke kantor Wanda. Tapi dilihatnya ibunya tengah berbincang dengan Trianti. Ia ragu-ragu sejenak sebelum menyingkir lagi ke lokal bayi. Di sana, ia menjumpai beberapa orang pengasuh sedang menikmati makan siang.

“Makan, Mas Ronan,” ujar salah seorang di antara mereka.

Kamis, 08 Juni 2017

[Cerbung] Caramel Flan for Ronan #14










* * *


Empat Belas


Sudah genap seminggu...

Waktu satu minggu yang sudah membuatnya hampir gila didera gelisah. Semuanya bermuara pada satu nama. Sasya.

“Kamu tumben nggak pulang?”

Selasa, 06 Juni 2017

[Bukan Fiksi] Saya Bangga Jadi Penulis Abal-abal








Hari ini tadi saya ketawa baca sederet kalimat yang intinya : 'penulis sejati itu nggak jual tulisan (jadi nggak apa-apa kalau tulisannya dicopas, dijiplak, dan sejenisnya)'. Hal ini mengingatkan saya pada posisi saya sebagai seorang penulis abal-abal yang masih merasa nggak rela kalau ada faktor peng-copas-an, penjiplakan, dan sejenisnya dari karya tulis saya.

Senin, 05 Juni 2017

[Cerbung] Caramel Flan for Ronan #13

Tiga Belas


“Ya, Mama sudah tahu...”

Runa mengembuskan napasnya keras-keras. Ditatapnya Yuliani melalui layar ponselnya.

Kamis, 01 Juni 2017

[Cerbung] Caramel Flan for Ronan #12

Dua Belas


Ronan duduk empat baris di depannya. Sasya menatapnya dengan hati nyeri. Sepanjang berlangsungnya misa, ia tidak bisa konsentrasi. Pikirannya melayang ke mana-mana. Pada ujungnya selalu berlabuh pada sosok di depan sana itu. Begitu berkali-kali. Ia ikut bernyanyi, tapi kosong. Semua ucapan pemazmur, kalimat-kalimat dari kitab suci, suara pastor, hanya lewat begitu saja di telinganya. Serupa angin lalu.

Senin, 29 Mei 2017

[Cerbung] Caramel Flan for Ronan #11

Sebelas


Sasya membelalakkan mata ketika melihat siapa yang membuka pintu pagar untuknya Jumat malam menjelang pukul sepuluh itu. Ia buru-buru melajukan skuternya ke garasi sebelum parkir dan membuka helmnya. Dipeluknya laki-laki itu dari belakang ketika tengah mengunci pintu garasi.

“Aku kangeeen!” serunya meriah.

Kamis, 25 Mei 2017

[Cerbung] Caramel Flan for Ronan #10

Sepuluh


Anak-anak itu...

Sasya menyadarkan punggungnya di sofa teras.

Seharusnya hidup nyaman di tengah kehangatan kasih orang tua. Tapi nyatanya...

Gadis itu menghela napas panjang.

Senin, 22 Mei 2017

[Cerbung] Caramel Flan for Ronan #9

Sembilan


Untuk kedua kalinya Sasya menyambangi panti asuhan ini. Pertama kalinya adalah ketika ia menemani Yuliani untuk survey tiga minggu lalu. Dan berikutnya adalah sekarang, ramai-ramai bersama rombongan bakti sosial.

Minggu, 21 Mei 2017

[Bukan Fiksi] Mengenal Fitur 'Pratinjau' Dan 'Atur Jadwal Tayang' Di Blogspot





Beberapa kali saya mengunggah screenshot penampakan tayangan fiksi saya (yang belum waktunya tayang di blog) di fb sebagai teaser alias iming-iming doang. Ada pembaca yang bingung. Lho, kok bisa? Iya, bisa. Itu karena ada fitur "PRATINJAU" di blogspot. Saya tidak tahu apakah di platform blog yang lain ada, tapi yang jelas di blogspot ada. Fitur itu yang saya pakai untuk melihat penampakan tayangan yang belum akan tertayang tapi sudah terjadwal.

Kamis, 18 Mei 2017

[Cerbung] Caramel Flan for Ronan #8

Delapan


“Pak Ronan, jadi tukar jadwal, gak?”

Ronan mengalihkan tatapan dari sebundel proposal yang tengah dibacanya. Inna duduk di depannya, dibatasi meja. Menatapnya penuh harap.

“Ya,” angguk Ronan.

Selasa, 16 Mei 2017

[Bukan Fiksi] Secuil Cerita Di Balik "Caramel Flan for Ronan"





Menjelang selesai menulis "Affogato" (yang ternyata kepanjangan dan belum 'tamat' itu), saya sudah binun mau nulis apa lagi buat ngisi blog ini. Ide sudah mentok. Sementara mau langsung bablas lanjutin "Affogato" kok mblenger alias eneg. Butuh penyegaran. Butuh sesuatu yang ringan-ringan saja.

Senin, 15 Mei 2017

[Cerbung] Caramel Flan for Ronan #7

Tujuh


Begitu Sasya melangkah masuk ke garasi setelah selesai mencuci motornya di carport, tercium olehnya aroma khas karamel yang begitu wangi dan selalu menimbulkan sensasi yang menyenangkan dalam hatinya. Ia segera menghampiri dapur dan mendapati Fritz tengah sibuk menuangkan karamel yang masih mengepul ke dalam dua puluh mangkuk aluminium kecil yang dijajar rapi dalam dua baris memanjang di atas island. Gadis itu kemudian duduk di seberang Fritz.

Kamis, 11 Mei 2017

[Cerbung] Caramel Flan for Ronan #6

Enam


Dengan lesu Ronan mengarahkan tatapannya ke jam digital di dashboard city car-nya. Dua menit sebelum pukul delapan. Ia baru saja selesai mengajar matrikulasi di kelas sore yang dimulai pukul enam. Ia ragu sejenak. Antara pulang ke apartemen atau pulang ke rumah seperti biasanya saat Jumat malam.